Rapidin Kembali Salurkan Bantuan dari Gotong Royong Partai PDI Perjuangan Sumut di Tapteng

Rapidin Kembali Salurkan Bantuan dari Gotong Royong Partai PDI Perjuangan Sumut di Tapteng


TAPTENG- Ketua DPD PDI-Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon MM bersama unsur partai, kembali mengunjungi Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada hari Rabu (27/02/2026).


Dalam kunjungannya, Rapidin Simbolon didampingi Tonny Simanjuntak, Wakil Bupati Toba periode 2020- 2024 dan Ramlan Silalahi kader partai serta unsur DPC PDIP Tapteng, August Hutagalung dan Ahokli langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga korban banjir bandang yang terjadi pada bulan November 2025 lalu.


Diantarnya masih ada yang menumpang di rumah kerabat, ada pula kepala keluarga yang hingga kini belum mampu membangun kembali pondasi tempat tinggalnya.


Kemudian dengan atensi, Rapidin menyusuri lokasi terdampak, menyapa satu per satu warga, dan mengajak warga untuk bangkit.


Menurut Rapidin, bantuan yang disalurkan disebut sebagai bagian dari komitmen gotong royong partai terhadap masyarakat yang terdampak bencana.


“Ibu Megawati Soekarnoputri selalu menegaskan kepada kami agar hadir dan memberi perhatian kepada masyarakat yang kerap luput dari perhatian, terlebih para korban banjir di Tapanuli Tengah,” ujarnya saat membuka pertemuan.


Perjalanan dimulai dari Lingkungan III Onan Tukka, Kecamatan Tukka. Berdasarkan data pada gelombang keempat, tercatat 45 unit rumah rusak berat, 52 unit rusak ringan, dan 12 unit rumah hilang.


Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Lingkungan IV Pasar. Di wilayah ini, sebanyak 19 unit rumah dilaporkan hilang, 35 unit rusak berat, dan 26 unit rusak ringan. Selanjutnya, di Lingkungan III Sigotom, terdapat 6 unit rumah rusak berat dan 15 unit rusak ringan. Sementara itu, di Sipange, tercatat 13 unit rumah hilang, 91 unit rusak berat, dan 23 unit rusak ringan.


Besaran bantuan disesuaikan dengan kategori kerusakan. Untuk rumah hilang diberikan bantuan sebesar Rp 1 juta per unit, sedangkan rumah rusak ringan maupun rusak berat masing-masing menerima Rp500 ribu per unit. Secara keseluruhan, pada gelombang keempat ini tercatat sebanyak 337 unit rumah terdampak yang menerima bantuan, sekaligus menjadi 337 penerima manfaat.


Rapidin menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak merupakan hasil gotong royong partai dan kader PDI Perjuangan Sumut.


“Dana ini adalah dana gotong royong. Kami dari DPD PDI Perjuangan Sumut melakukan ini karena Bapak dan Ibu sekalian di Tukka dan desa-desa lainnya adalah bagian dari kehidupan partai kami. Sesuai ajaran Bung Karno dan Ibu Megawati, kita harus menangis dan tertawa bersama rakyat,” ujarnya.


Rapidin menekankan, kehadiran partainya bukan semata-mata untuk kepentingan elektoral. Menurutnya, tujuan utama adalah hadir di tengah masyarakat saat menghadapi kesulitan.


“Kami bukan semata-mata mengejar agar partai ini dipilih. Tujuan kami adalah hadir ketika Bapak dan Ibu dalam keadaan susah,” katanya.


Ia juga mengungkapkan, saat kunjungan sebelumnya di Huta Bolon, jumlah pengungsi dan korban yang kehilangan maupun mengalami kerusakan rumah mencapai sekitar 600 kepala keluarga. Pada kesempatan itu, PDI Perjuangan menyerahkan bantuan sebesar Rp500 juta.


Sementara itu, Wanda Panggabean, seorang ibu rumah tangga sekaligus warga penerima manfaat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah datang berkunjung ke Kelurahan Sipange,” ujarnya.


Menurut Wanda, bantuan tersebut memang tidak dapat mengembalikan rumah yang hilang atau rusak. Namun, bantuan itu cukup membantu untuk meringankan beban yang mereka rasakan saat ini.


Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Sipange, Sanggam Tambunan. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Rapidin Simbolon yang dinilainya telah berulang kali datang langsung ke lokasi bencana, khususnya di wilayah Tapanuli Tengah.


“Rapidin sudah berkali-kali datang, bukan saja untuk reses dan menunjukkan empati, melainkan membawa bantuan dan selalu memperhatikan keadaan kami di sini,” ujar Sanggam.


Rinciannya, rumah hilang sebanyak 44 unit, rusak berat 177 unit, dan rusak ringan 116 unit. Seluruhnya telah diverifikasi dan disesuaikan dengan kategori bantuan yang diberikan. Dengan rincian tersebut, total bantuan yang disalurkan pada gelombang keempat ini mencapai Rp190.500.000.


Perhitungannya, untuk 44 unit rumah hilang disalurkan Rp44.000.000. Kemudian 177 unit rumah rusak berat menerima Rp88.500.000, dan 116 unit rumah rusak ringan sebesar Rp58.000.000. Seluruh bantuan itu diberikan langsung kepada 337 penerima manfaat sesuai hasil verifikasi di lapangan.


Pewarta: Ambrosius Simbolon 

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1