![]() |
Rapidin dan Sorta Ertaty foto bersama umat muslim di kenegerian Sihotang dan sekitarnya |
Kali ini Rapidin Simbolon di dampingi sang istri Ertaty Siahaan yang sekaligus Ketua Komisi B anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara dari Fraksi partai PDI-PERJUANGAN.
Kegiatan ini diawali dengan doa berbuka yang dipimpin oleh Ustadz Syahban Sihotang.
Kedatangan Rapidin Simbolon ke Sihotang disambut hangat oleh sekitar 120 warga Muslim Batak dari kenegerian Sihotang dan sekitarnya.
Rapidin menegaskan kunjungannya bukan bagian dari agenda resmi parlemen. Namun ia tetap membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai harapan dan persoalan yang mereka hadapi.
Ia juga menyinggung situasi ekonomi nasional yang menurutnya sedang menghadapi tantangan berat. Meski demikian, ia berjanji tetap berusaha memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Saya tidak tahu apakah semua ini akan berhasil atau tidak. Saya tidak bisa banyak berjanji. Tapi apa pun yang menjadi aspirasi masyarakat di sini akan saya perjuangkan,” kata mantan Bupati Samosir itu di hadapan warga.
Rapidin juga mengajak warga mendoakan Indonesia di tengah situasi dunia yang tidak menentu, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia turut menyampaikan salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kepada warga Muslim Batak di Sihotang.
“Ibu Mega titip salam kepada amang dan inang di Kenegerian Sihotang ini,” ujar Rapidin.
Rapidin menerangkan, bahwa kedatangannya tidak hanya untuk bersilaturahmi tetapi ia juga membawa paket bingkisan Lebaran untuk dibagikan kepada warga Muslim Batak di sana.
“Amang-inang, ini tidak seberapa yang kami bawa. Tapi kiranya bisa menjadi oleh-oleh kecil menjelang Lebaran dan bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya.
Ustadz Syahban Sihotang, mewakili warga Muslim Batak Kenegerian Sihotang, menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan PDI Perjuangan Sumatera Utara. Ia juga mendoakan agar Rapidin Simbolon dan Sorta Ertaty Siahaan diberi kesehatan dalam menjalankan tugas mereka.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas perhatian ini. Semoga amang Rapidin dan inang Sorta selalu diberi kesehatan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat kecil,” katanya.
Sebelum meninggalkan kampung itu, Rapidin menyerahkan bingkisan Lebaran dan menyalami warga satu per satu. Suasana hangat terlihat di tengah keberagaman Kenegerian Sihotang, yang dihuni masyarakat dengan latar agama berbeda, namun hidup berdampingan dalam ikatan adat Batak dan falsafah Dalihan Na Tolu.
Di tempat itu, perbedaan bukanlah hal yang asing. Sejak lama warga terbiasa hidup berdampingan, menjaga adat dan saling menghormati.
“Saya mengapresiasi kehidupan di sini. Inilah wajah Pancasila yang sesungguhnya berbeda-beda tetapi tetap satu, dan tetap menjunjung budaya Batak,” kata Rapidin.
Pewarta: Ambrosius Simbolon


Posting Komentar