![]() |
Perhatian Rapidin Kepada Muslim Sihotang Telah Berlangsung Sejak Menjabat Sebagai Bupati Samosir. |
Ustadz Syahban Sihotang, mewakili umat Islam Batak di kenegerian tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang selama ini diberikan kepada mereka.
Ia juga mendoakan agar Rapidin Simbolon dan Sorta Ertaty Siahaan selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, baik di DPR RI maupun di DPRD Sumatera Utara.
“Inilah benar-benar partai yang nasionalis, datang ke mari. Kami atas nama warga Kenegerian Sihotang mengucapkan puji syukur dan mendoakan amang Rapidin dan inang Sorta agar selalu diberi kesehatan,” ujar Syahban.
Dengan nada penuh semangat, ia menegaskan bahwa perhatian PDI Perjuangan Sumut kepada warga Muslim Batak di Sihotang tidak hanya hadir pada bulan Ramadan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kata dia, bantuan juga datang saat perayaan Idul Adha.
Menurut Syahban, setiap Idul Adha, PDI Perjuangan Sumut kerap mengirimkan sapi kurban ke Kenegerian Sihotang sebagai bagian dari gotong royong partai.
“Kami sangat berterima kasih kepada tulang Rapidin Simbolon dan nantulang Sorta. Tidak hanya datang di bulan Ramadan, tetapi pada saat Idul Adha pun membawa sapi kurban gotong royong PDI Perjuangan. Kami bangga dan merasa dianggap ada,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa perhatian Rapidin kepada warga Muslim Sihotang telah berlangsung sejak ia menjabat sebagai Bupati Samosir.
“Kiranya tetap sehat agar bisa terus memperjuangkan aspirasi kami, rakyat kecil ini,” ujar Syahban.
Setelah acara berbuka puasa, Rapidin Simbolon menyerahkan paket bingkisan Lebaran kepada warga. Ia kemudian menyalami masyarakat satu per satu sebelum meninggalkan kampung tersebut.
Momen hangat itu berlangsung di tengah kehidupan masyarakat Kenegerian Sihotang yang beragam. Selain umat Islam, wilayah itu juga dihuni warga beragama Kristen. Meski berbeda keyakinan, mereka hidup berdampingan dalam ikatan adat Batak dan falsafah Dalihan Na Tolu.
Di kenegerian itu, perbedaan bukan sesuatu yang asing. Sejak lama masyarakat terbiasa hidup bersama dalam semangat saling menghormati.
“Saya mengapresiasi kehidupan di sini. Inilah Pancasila yang sesungguhnya tetap menjunjung budaya Batak dan persatuan meskipun berbeda-beda,” kata Rapidin.
Pewarta: Ambrosius Simbolon


Kerennn 👏👏👏
ردحذفإرسال تعليق