![]() |
| Suasana akrab Rapidin Simbolon dan Ustadz Riski Riko usai menyerahkan Hewan Kurban kepada umat Islam Harian |
Kedatangan ketua PDIP DPD Provinsi Sumatra Utara bukan hanya sekadar datang saja tetapi membawa hewan kurban sapi. PDIP Sumut melakukan ini bukan hanya sekali ini saja tetapi setiap Hari Raya Idul Adha PDIP pasti memberikan hewan kurban kepada umat Islam yang ada di Kenegerian Sihotang. Karena pada dasarnya parti PDI-PERJUANGAN merupakan partai politik yang tidak pernah memandang ras, suku dan agama atau nasionalisme.
Penyerahan sapi kurban di Harian menjadi titik akhir Safari 113 Sapi Kurban yang dilakukan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menjelang Idul Adha tahun ini.
Dalam sepekan terakhir, Rapidin bersama jajaran partai menempuh perjalanan panjang melintasi berbagai daerah di Sumatera Utara, mulai dari Labuhan batu Raya, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan hingga berakhir di Kabupaten Samosir.
Sejumlah orang tua berdiri di depan rumah, sementara lainnya berkumpul di pelataran masjid untuk bersalaman dan berbincang langsung dengan tamu yang datang.
"Setiap tahun bapak ini selalu memperhatikan kami. Bahkan ketika masih menjabat bupati, beliau juga rutin membawa sapi kurban ke sini," ujar Boru Sihotang, salah seorang warga lanjut usia yang hadir dalam penyambutan.
Sebelum menyerahkan hewan kurban, Rapidin memilih duduk bersama para ustaz dan tokoh masyarakat di pelataran masjid.
Suasana berlangsung akrab. Tak ada jarak antara anggota DPR RI itu dengan warga yang ditemuinya.
Empat perwakilan masjid di Kecamatan Harian turut hadir dalam pertemuan tersebut, yakni Ustaz Riski Riko dari Masjid Nurul Iman Sihotang, Ustaz Zunaidi dari Masjid Al-Mubarok Bukit Holbung, Ustaz Zulkifli dari Masjid Al-Ikhwan Janji Martahan, dan Ustaz Faisal Amin dari Masjid Nurul Huda Harian.
Mewakili para tokoh agama, Ustaz Riski Riko menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Rapidin dan PDI Perjuangan kepada masyarakat Muslim di kawasan itu.
"Kami mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Bapak Rapidin Simbolon yang hadir di tengah-tengah kami. Sebagai anggota DPR RI dan Ketua PDI Perjuangan Sumut, beliau tetap memberi perhatian kepada masyarakat di sini," ujarnya.
Menurutnya, bantuan kurban tersebut menjadi teladan tentang pentingnya merawat nilai-nilai kemanusiaan di tengah keberagaman.
"Beliau beragama Katolik, tetapi datang membawa sapi kurban untuk umat Islam. Ini contoh bahwa kemanusiaan dan persaudaraan harus berada di atas segala perbedaan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan kepada beliau beserta keluarga," katanya.
Doa juga dipanjatkan agar setiap langkah yang dijalankan Rapidin tetap membawa manfaat bagi masyarakat dan tetap berpihak kepada rakyat kecil.
Dalam kesempatan itu, Rapidin menyampaikan penghargaan kepada para ustaz yang selama ini membimbing umat Islam di Kabupaten Samosir.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada para ustaz yang terus membina umat dengan baik. Peran tokoh agama sangat penting dalam menjaga keimanan, ketakwaan, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat," ujarnya.
Bagi Rapidin, penyerahan kurban bukan sekadar kegiatan sosial tahunan. Ia menyebutnya sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi bangsa.
Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, kata dia, Indonesia dibangun di atas keyakinan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama dan berhak merasakan kehadiran negara serta solidaritas sesama anak bangsa.
"Perbedaan tidak boleh menjadi sekat. Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghormati dan saling membantu. Kurban ini adalah bentuk kepedulian kepada sesama sekaligus ikhtiar memperkuat persaudaraan kebangsaan," kata Rapidin.
Pewarta: Ambrosius Simbolon


إرسال تعليق