![]() |
Ketua DPD PDIP Sumut Bantu Renovasi Gereja Katolik di Adian Baja |
Aspirasi warga soal renovasi Gereja Katolik setempat langsung berbuah respons cepat dari Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon MM.
Harlie Tampubolon, panitia pembangunan gereja, tak menyangka permohonannya disambut spontan.
Rapidin datang didampingi Anggota DPRD Darma Siagian asal daerah tersebut, dan juga wakil Bupati Toba Tonny Simanjuntak periode 2020-2026.
Saat reses di desa terpencil itu, ia menyampaikan kondisi gereja yang tengah direnovasi dan membutuhkan dukungan. Rapidin tak berhenti pada janji. Ia langsung bergerak.
Tak lama setelah dialog di balai desa, Rapidin mendatangi bangunan gereja tersebut. Di lokasi, aktivitas pertukangan masih berlangsung.
Tiang-tiang perancah berdiri menyangga cor yang belum rampung. Dinding sebagian masih terbuka, lantai belum sepenuhnya selesai. Ia berkeliling, melihat dari dekat proses pembangunan yang dikerjakan swadaya oleh warga.
Permohonan dukungan untuk renovasi gereja itu menjadi salah satu aspirasi yang diterima Rapidin dalam kunjungan resesnya ke wilayah pelosok Toba. Secara pribadi, ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Adian Baja.
Menurut Rapidin, Adian Baja adalah gambaran kecil Indonesia. Desa ini dihuni masyarakat majemuk bukan hanya Batak, tetapi juga warga Jawa, umat Islam, dan penganut kepercayaan lokal Batak Parmalim. Keragaman itu, katanya, justru menjadi kekuatan.
“Saya bangga dengan daerah ini. Meski beragam, tetap kompak dan harmonis. Inilah Indonesia yang bhinneka. Kita harus jaga terus kebersamaan ini. Itulah juga semangat PDI Perjuangan, satu kesatuan yang tak terpisahkan,” ujarnya.
Bagi Harlie Tampubolon, kehadiran langsung Rapidin menjadi suntikan semangat. Ia mengaku terharu karena aspirasi mereka bukan hanya didengar, tetapi ditindaklanjuti di tempat.
“Terima kasih Bapak Rapidin sudah menerima dan mendengar kami, setelah proposal itu kami berikan, dana dukungan untuk pembangunan langsung ditransfer ke rekening panitia. Kami sangat mengapresiasi karena Bapak langsung turun melihat gereja ini,” katanya.
Menurut Harlie, di desa kecil yang sunyi itu, pembangunan gereja bukan sekadar proyek fisik. Ia menjadi simbol kebersamaan warga yang berbeda latar, namun berdiri dalam satu harapan yang sama.
Pewarta : Ambrosius Simbolon


Posting Komentar